Senin, 29 Juni 2009

OMNI ANTENA 2.4 Ghz

Kali ini aku mencoba untuk membuat antenna omni 2.4Ghz. dengan berbekal artikel2 yang ku kumpulkan dari internet,dan dengan sedikit uang di saku ku relakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan serta peralatan.

Berikut contoh gambar dari artikel yg kuperoleh di internet



proses pensolderan


hasil akhir


untuk lebih detailnya silahkan nanya ma guru saya om google he.he.he.he


Ternyata hasil yg kami peroleh kurang memuaskan, jarak tempuh kurang dari 250 meter sudah RTO jiahhhhhhh kecewa beratttt…..apa karena banyak interferensi kucoba untuk ganti chanel masih juga belum memuaskan. Padahal aku telah membuat dengan sangat presisi persis dengan gambar yang kuperoleh di internet…kucoba lagi untuk melepas balun atau kabel stup yang semula di bawah aku coba taruh elemen paling atas …..hasilnya daya pancar semakin menurun jiahhhhhhhhhhhhhh gagal totallll……. :(

Karena masih belum puas dengan ujicoba ku kali ini dengan perhitungan yg agak lain berbekal dengan ilmu radio amatir yang kupunya kali ini tetep aku menaruh kabel stup di bagian atas elemen setelah itu di packing dalam sebuah paralon dan hasilnya…….cihuyyy………. :D antena buatan ku luamayan lebih baik dari sebelumnya kucoba menstater motorku sambil bonceng temen yg bawa laptop kami coba ping ke akses point kami kira2 kurang lebih 1 km dari akses point kami masih bisa connect ke akses point kami coba berhenti dan browser di internet ternyata masih bisa akhirnya kami pulang lalu menelpon temen yg jarak rumahnya kurang lebih 3 km dari akses point dia menggunakan wajanbolic signal diterima di temen kami masih bisa low padahal terhalang banyak pepohonan serta perumahan yg sangat padat…









Tapi aku tidak akan berhenti sampai disini akan kucoba lagi membuat antenna omni yg lain karena bagiku antenna ini masih belum begitu memuaskan...............tapi nuggu uang dikantong dulu yach soalnya antenna yg satu ini cukup menguras kantong

Kamis, 16 April 2009

Tips Menjinakkan Ular Non-Venomous

Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia.

Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. Apabila kita ingin agar ular tersebut menjadi jinak, sebaiknya ular yang akan dipelihara adalah bukan ular dewasa. Ular dewasa akan sangat sulit dijinakkan karena naluri defensif sudah sangat kuat tertanam di benaknya. Akan semakin mudah untuk menjinakkan ular yang lebih muda, karena mereka akan belajar bahwa kita sebagai pemeliharanya tidak akan menyakiti mereka, tapi justru merawat mereka dengan penuh kasih sayang.

Ular yang baru saja ditangkap dari alam biasanya stress dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk adaptasi dengan kandang atau lingkungan barunya. Masa-masa stress ini biasanya ditandai dengan ular tidak mau makan. Sebaiknya ular yang baru ditangkap jangan langsung dijinakkan. Beri mereka waktu untuk beradaptasi dengan kandang/lingkungan barunya. Sediakan kandang yang nyaman serta cukup air untuk minum atau tempat berendam, sediakan juga hidding place apabila diperlukan. Sebisa mungkin jangan dipegang-pegang dulu kecuali diperlukan (contoh: membersihkan kandang dan penjemuran). Dan coba berikan mereka makanan secara berkala (contoh: 5-7hari sekali).

Apabila ular sudah beradaptasi dengan kandangnya dan tidak stress lagi (ditandai dengan ular sudah rutin makan), barulah kita bisa memulai proses penjinakan. Tidak perlu tergesa-gesa dalam proses penjinakan karena ular tersebut malah justru bisa menjadi stress kembali. Lakukan sedikit demi sedikit dan teratur secara berkala, ular-pun akan belajar sedikit demi sedikit bahwa kita tidak akan menyakitinya, dan pada akhirnya nanti dapat menjadi tenang dan jinak dengan sendirinya secara berangsur-angsur.

Demikian beberapa tips yang dapat dicoba dalam proses penjinakan:

1. Pada tahap pertama ini, jangan terlalu lama dan sering meng-handle ular anda, karena dapat menyebabkan ular anda stress kembali. Handle pada saat pembersihan kandang saja. Rendam ular anda di tempat khusus untuk merendam dengan diisi air yang tidak terlalu tinggi/dalam untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di kulitnya. Sementara itu anda dapat membersihkan kandangnya dan mengganti alasnya dengan yang baru.

2. Setelah kandang bersih, coba handle ular anda dengan menggunakan alat bantu berupa hook atau bisa juga dengan gloves/sarung tangan. Pilih sarung tangan yang tidak berbahan dari kain/benang wool karena dapat mengakibatkan gigi ular tersangkut pada kain atau rajutan benang wool misalnya ular wild caught anda menggigit. Sarung tangan berbahan kulit atau terpal akan lebih baik untuk digunakan.

3. Handle ular anda dengan mantap dan hati-hati. Ular yang masih sangat defensif akan diam saja dan hanya melilit tangan anda dengan kuat. Usahakan untuk membuat ular anda bergerak/berjalan dari satu tangan ke tangan anda yang lain. Jangan menyentuh dahulu bagian kepala dan leher ular karena itu dapat membuat mereka merasa terancam, dan kemudian memicu sifat defensifnya. Sebisa mungkin hindari/jauhkan kepala ular dari wajah anda. Lakukan sebentar saja, kira-kira 10-20menit, kemudian masukkan kembali ke kandangnya, dan beberapa hari kemudian berikan makan kepada ular anda seperti biasa.

Ulangi tahap 1 s/d 3 selama beberapa kali. Apabila ular anda tetap mau makan rutin, lanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Tambahkan frekuensi handle ular anda menjadi 2 kali dalam seminggu. Anda dapat meng-handlenya 4 hari setelah ular makan dan pada saat pembersihan kandang. Tambahkan juga waktunya menjadi 20-30menit. Pada saat ini anda dapat mencoba menyentuh bagian leher dan mengusap2 kepalanya. Lakukan dengan perlahan agar ular tidak kaget dan sedikit demi sedikit mereka akan belajar bahwa anda tidak akan menyakitinya. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.

5. Apabila ular sudah terlihat lebih kalem (biasanya ditandai dengan sudah jarang/tidak pernah mencoba menggigit lagi dan gerakan ular yang lentur serta tidak terasa kaku ketika berjalan di tangan anda), silakan mencoba untuk meng-handle ular anda tanpa menggunakan alat bantu lagi. Handle dengan ekstra hati-hati, usahakan untuk tidak membuat gerakan secara tiba-tiba agar ular anda tidak kaget. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.

6. Apabila setelah tanpa menggunakan alat bantu-pun ular anda sudah jarang/tidak lagi mencoba menyerang, akan tetapi biasanya akan terlihat masih mudah kaget apabila ada gerakan dari sekelilingnya, anda tinggal perlu untuk menambahkan frekuensi handling menjadi 3-4 kali dalam seminggu. Lakukan semua tahap dengan kesabaran dan ketelatenan, mudah-mudahan ular anda akan segera menjadi sahabat yang sangat menyenangkan bagi anda.

Catatan: Masing-masing ular mempunyai karakter yang berbeda-beda meskipun dari jenis yang sama. Ini akan mempengaruhi cepat-lambatnya proses penjinakan, tergantung bagaimana karakter ular tersebut.


Cara Menghindari Feeding Response (galak kandang)

Seperti anda tau.. beberapa jenis ular, terutama jenis 'large constrictors', mempunyai 'strong feeding response' atau respon makan yang kuat.

Misalnya saja ular-ular jenis Reticulated python, Burmese python, Blood python, Olive python, Boa constrictors, dan lain-lain... mereka mempunyai nafsu makan yang besar dan respon yang kuat, sehingga kadang-kadang.. langsung mendekati/menyambut tangan anda begitu anda membuka pintu kandangnya.

Walaupun ular sudah jinak, hal ini adalah normal. Ini terjadi karena pada saat anda membuka pintu kandang, kadang-kadang mereka mengira bahwa itu adalah 'feeding time'.. saatnya makan! (terutama ketika kebetulan saat itu ular anda sedang merasa lapar). Sehingga mereka langsung bereaksi demikian seperti tersebut di atas.Pada saat seperti itu, mungkin seringkali anda merasa takut, was-was, dan ragu-ragu untuk meng-handle-nya, karena ular kesayangan anda seolah-olah berubah menjadi liar/galak dan hendak menyerang/menggigit..

Untuk itulah.. sangat perlu bagi anda untuk mencegah/meng-cancel respon makan dari ular tersebut, agar ular anda mengerti bahwa ini bukan saatnya makan, dan tangan anda bukan makanan baginya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena 'strong feeding response' tersebut, ada beberapa tips yang dapat anda terapkan untuk meng-handle ular kesayangan anda.

Berikut tips-tips untuk meng-cancel feeding response :

1. Buka pintu kandang ular kesayangan anda.
2. Perhatikan bagaimana reaksi/respon dari ular kesayangan anda begitu melihat anda membuka pintu.
3. Apabila dia diam saja dan tidak menghiraukan anda, tutup kepalanya terlebih dahulu dengan telapak tangan, perlahan tapi pasti.
4. Apabila dia langsung bereaksi 'menyambut' tangan anda seperti ketika dia diberi makan, tutup kepalanya terlebih dahulu dengan benda-benda seperti kain, kertas koran, tutup pethome, atau benda apapun di sekitar anda untuk menutup kepalanya. Lakukan dengan hati2, perlahan tapi pasti. Hal ini dimaksudkan agar ular tersebut mengerti, bahwa ini bukan saatnya makan.
5. Setelah kepala ditutup dengan telapak tangan atau benda-benda lainnya, pegang dan angkat badan ular dengan perlahan.
6. Lepaskan kain/tangan anda yg dipakai untuk penutup kepala ular, kemudian silakan handle ular kesayangan anda dengan lembut dan hati-hati seperti biasanya.

Silakan mencoba...

Note: Hanya untuk ular yang sudah jinak. Jangan pernah mencoba hal ini ke ular liar, atau tangkapan liar (Wild Caught).

copas dari KASKUS :hammer: :beer:

Jumat, 30 Januari 2009

IDENTIFIKASI ULAR


IDENTIFIKASI ULAR

Beruntunglah kita sbagai warga Negara Indonesia “kita singkirkan dulu masalah korupsi yg merajalela di negri kita yg tercinta ini, harga kebutuhan pokok yg smakin melambung, biaya pendidikan yg smakin tak terjangkau oleh rakyat kecil serta masalah2 kebobrokan pemerintah” lho koq q malah jadi kayak mahasiswa mo demo yach …….wwkwkkwkwkwk balik lagi ke topik bahasan bahwa negri kita ni kaya akan habitat flora n fauna tapi kesempatan ni q Cuma mo bahas tentang hewan yg namanya ular

Tiap kali ni hewan lewat di depan kita apa yg kmu lakuin kebanyakan orang yg liat ular pasti spontan dia lari n kalo g gitu langsung ambil kayu untuk memukul tuh ular betul gak…?????? ternyata masih banyak orang yg belom paham betul tentang ular padahal tuh ular cuman liwat za koq main pukul sembarangan kan kasihan.

Lain kali kalo kita ktmu ma ular n ular itu memang ular yg berbisa hal pertama yg lo lakuin adalah

  1. tetap tenang
  2. jangan membuat gerakan secara tiba2
  3. segera menjauh dari tempat tersebut karena sapa tau kmu dah melanggar daerah kekuasaan tuh ular
  4. kalo kmu memang kmu terpaksa harus lewat situ kmu bisa nyari bantuan kayu yg agak panjang tapi bukan untuk memukul melainkan untuk mengusir tuh ular supaya menjauh n yg harus dinget lagi lakukan dengan perlahan jangan sampai menyakiti tuh ular karna kalo dia merasa terganggu otomatyis dia kan menyerang balik ke kmu

nih buat kmu yg belom tahu ular tuh berbisa ato ga,

ada sedikit patokan buat kmu mengidentifikasi tuh ular itu juga kalo kmu berani

Jika kita mengamati dengan teliti, ada beberapa hal yg dapat membedakan ular yg berbisa tinggi dan berbisa rendah. Beberapa ciri dibawah adalah petunjuk umum yg bisa digunakan, meskipun belum secara tepat menunjukkan tingkatan bisa ular.




a. Ular berbisa rendah

§ Gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif

§ Beraktifitas pada siang hari (diurnal)

§ Membunuh mangsanya dengan membelit

§ Bentuk kepalanya bulat telur (oval)

§ Tidak memiliki taring bisa

§ Gigitannya tidak mematikan

§ Setelah menggigit langsung lari

b. Ular berbisa tinggi

§ Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri

§ Beraktifitas pada malam hari (nocturnal)

§ Membunuh mangsanya dengan menyuntikkan bisa

§ Bentuk kepalanya cenderung segitiga sempurna

§ Memiliki taring bisa, racun mematikan

§ Kanibal

§ Setelah menggigit, masih tinggal ditempat

c. Pengecualian

Berikut ini yg tidak sesuai dengan ketentuan

- berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam :

1. Ular King Kobra - Ophiophagus hannah , kepala oval, agresif, siang dan malam

2. Ular Kobra Naja naja sputratix, berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang

3. Ular weling - Bungarus candidus, kepala oval, berbisa tinggi

4. Ular welang - Bungarus fasciatus, kepala oval, gerakan tenang, berbisa tinggi

5. Ular picung/pudak seruni - berbisa tinggi, kepala oval tapi gerakannya gesit, keluar siang hari.

6. Semua jenis ular laut, berbisa, gerakan lamban di pasir/pantai

7. Semua jenis ular phyton dan ular boa, tidak berbisa, cari makan malam hari.

Tuh kan itu dulu yach skilas tentang ular ntar disambung lagi


Jumat, 12 Desember 2008

SETAN GUNUNG

SETAN GUNUNG

salam rimba / salam lestari


tempat tinggal dan dilahirkan di kabupaten malang tepatnya di kepanjen, kota yang memiliki topologi pegunungan dan perbukitan banyak para klub pecinta alam di lahirkan di kota ini bahkan kini jumlah mereka sudah sulit untuk di hitung dengan jari